Senin, 23 Desember 2013

REVIEW PEMBUATAN BIOETANOL DARI FERMENTASI TAPE KETAN DAN BUAH PEPAYA DENGAN PROSES DESTILASI



KELOMPOK 5ORGANIK KIMIA 3B
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
18 Oktober 2013
infokimiawan13o1b-5.blogspot.com

ABSTRAK
Etanol merupakan senyawa alkohol yang yang dihasilkan dalam fermentasi bahan makanan yang mengandung karbohidrat termasuk beras ketan dan buah papaya . Karena adanya kandungan etanol inilah sehingga bahan makanan hasil fermentasi menjadi lebih enak rasanya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kandungan etanol yang terdapat dalam tapai dan papaya  hasil fermentasi beras ketan hitam dan limbah papaya yang difermentasi dengan menggunakan pembungkus yaitu daun. Pada penelitian ini beras ketan dan pepaya difermentasi dengan menggunakan ragi atau yeast selama 7 hari , yang sebelumnya sudah dimasak terlebih dahulu dengan cara dikukus, sehingga seluruh etanol hasil fermentasi sudah diubah menjadi asam asetat. Selanjutnya kandungan etanol dalam tapai dan papaya ditentukan dengan proses destilasi . Didapatkan kadar etanol dalam tapai dan pepaya yaitu 60% dan 40%.
Kata Kunci : Etanol; Fermentasi; Beras Ketan , papaya
ABSTRACT
Ethanol is an alcohol compound that is produced in the fermentation of foods that contain carbohydrates include sticky rice and papaya fruit. Because of the content of ethanol is so material to be fermented foods taste better. This study aims to determine the ethanol content contained in papaya fermented and fermented black glutinous rice and fermented papaya wastes using the wrapper leaf. In this study, sticky rice and papaya fermented using yeast or yeast for 7 days, which had previously been cooked beforehand by steaming, so the whole ethanol fermentation is converted into acetic acid. Furthermore fermented and the ethanol content in papaya is determined by the process of distillation. Obtained ethanol  of fermented and papaya are 60% and 40%.

Keywords: Ethanol,Fermentation, Sticky rice, papaya


PENDAHULUAN
Salah satu energi alternatif yang menjanjikan adalah bioetanol. Bioethanol adalah ethanol yang bahan utamanya dari tumbuhan dan umumnya menggunakan proses farmentasi. Ethanol atau ethyl alkohol C2H5OH berupa cairan bening tak berwarna, terurai secara biologis (biodegradable), toksisitas rendah dan tidak menimbulkan polusi udara yg besar bila bocor. Ethanol yg terbakar menghasilkan karbondioksida (CO2) dan air. Ethanol adalah bahan bakar beroktan tinggi dan dapat menggantikan timbal sebagai peningkat nilai oktan dalam bensin. Dengan mencampur ethanol dengan bensin, akan mengoksigenasi campuran bahan bakar sehingga dapat terbakar lebih sempurna dan mengurangi emisi gas buang (seperti karbonmonoksida/CO).
Tapai atau tape  adalah kudapan yang dihasilkan dari proses fermentasi bahan pangan berkarbohidrat sebagai substrat oleh ragi. Di Indonesia dan negara-negara tetangganya, substrat ini biasanya umbi singkong dan beras ketan. Pembuatan tape ketan digunakan ragi tape atau yang sering disebut sebagai “ragi” adalah starter untuk membuat  tape ketan. Di dalam ragi ini terdapat mikroorganisme yang  dapat mengubah karbohidrat (pati) menjadi gula sederhana (glukosa) yang  selanjutnya diubah lagi menjadi alkohol. Beberapa jenis mikroorganisme yang  terdapat dalam ragi adalah  Chlamydomucor oryzae, Rhizopus oryzae, Mucor sp., Candida sp., Saccharomyces cerevicae, Saccharomyces verdomanii, dan lain-lain.  Pada dasarnya pembuatan ragi merupakan teknik dalam memperbanyak  mikroorganisme yang berperan dalam pembuatan tape. Perbanyakan ini dilakukan  dalam suatu medium tertentu dan setelah cukup banyak mikroba yang tumbuh, pertumbuhannya dihentikan serta dibuat dalam keadaan istirahat, baik dalam bentuk  sel maupun dalam bentuk sporanya. Penghentian pertumbuhan mikroba tersebut  dilakukan dengan cara mengeringkan medium tumbuhnya. Rasa asam pada tape dapat timbul karena perlakuan (proses) yang kurang teliti, seperti penambahan ragi yang berlebihan dan penutupan yang kurang rapat pada saat fermentasi. selain itu rasa asam pada tape dapat terjadi bila fermentasi berlangsung terlalu lanjut. Ragi tape yang sudah rusak tidak baik digunakan dalam proses pembuatan tape, sebab itu harus dipilih ragi yang rnasih baik.Proses fermentasi ini akan menghasilkan etanol dan CO2 . Pembuatan tape ketan hitam dan ketan putih memerlukan kecermatan dan kebersihan yang tinggi sehingga ketan dapat menjadi lunak karena proses fermentasi yang baik.
Manfaat tape ketan putih yaitu bermanfaat bagi kesehatan tubuh karena mengandung bakteri asam laktat. Makanan tersebut bermanfaat untuk imunitas tubuh, menurunkan kolesterol dan menekan sel-sel kanker. Agar bakteri asam laktat tetap berada pada tape ketan maka harus disimpan dalam suhu yang dingin.
Pepaya (Carica papaya L.), atau betik adalah tumbuhan yang berasal dari Meksiko bagian selatan dan bagian utara dari Amerika Selatan. Pepaya termasuk kedalam kerajaan plantae, ordo barssicales, famili caricacease, genus carcica, dengan spesies C. Pepaya. Di indonesia kata pepaya berasal dari bahasa belanda ,“ papaja”, yang ada akhirnya mengambil dari bahasa Arawak, “Pepaya”. Dalam bahasa jawa pepaya di sebut “ kates” dan dalam bahasa sunda “gedang”.
Pepaya memiliki berbagai manfaat. buahnya dapat dimakan baik saat muda maupun setelah masak, daunya juga bisa di masak ataupun menjadi sayuran. Getah pepaya (dapat ditemukan di batang, daun, dan buah) mengandung enzim papain, semacam protease, yang dapat melunakkan daging dan mengubah konformasi protein lainnya. Papain telah diproduksi secara massal dan menjadi komoditas dagang. Daun pepaya juga berkhasiat obat dan perasannya digunakan dalam pengobatan tradisional untuk menambah nafsu makan.
Selain itu buah pepaya yang sudah tidak layak untuk jual dapat dimanfaatkan untuk bahan bioetanol. Dimana pepaya sangat berpotensi besar karena kadar glukosa yang dimiliki pepaya matang sekitar 10%. Dan kadar ini cukup tinggi untuk dibuat etanol. Sehingga tujuan dari penulisan ini yaitu membandingkan kadar etanol yang didapat dari fermentasi tape ketan dan fermentasi buah pepaya.
METODE PENELITIAN
Penelitian dilaksanakan pada September sampai Oktober 2013 di Laboratorium Kimia Pusat Laboratorium Terpadu (PLT) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Alat dan Bahan
Alat yang digunakan berupa seperangkat alat pembuatan tape, seperangkat alat hidrolisis, seperangkat alat fermentasi dan seperangkat alat destilasi sederhana. Bahan yang digunakan berupa ketan hitam, ragi tape, buah pepaya busuk dan urea.
Pembuatan alkohol dari tape ketan
Beras ketan hitam ditimbang sebanyak 500 gram dan direndam ketan hitam selama 12 jam. Kemudian dicuci bersih ketan hitam dan ditiriskan. Selanjutnya dimasak dengan cara dikukus menggunakan dandang dengan air sebanyak 300 mL selama 30 menit. Setelah masak kemudian didinginkan diatas nampan yang dialasi daun pisang. Lalu, diberi serbuk ragi  tape atau yeast sebagai fermentatornya sebanyak 25 gram dan diaduk sampai rata. Wadah ditutup rapat dengan plastik daun pisang dan kain, kemudian dibiarkan terjadi fermentasi selama 7 hari sehingga semua karbohidrat dalam beras ketan diubah menjadi alkohol. Disaring cairan dari fermentasi ketan hitam dan didapatkan alkohol dari tape ketan hitam.
Pembuatan alkohol dari limbah pepaya
            Limbah buah pepaya ditimbang terlebih dahulu kurang lebih 300 gram. Buah pepaya tersebut direbus untuk menghilangkan mikroorganisme pada buah tersebut. Pepaya dihancurkan dengan cara diblender hingga halus. Ditiriskan pepaya, kemudian ditambahkan ragi 0.5% dan  urea 0,2% dari volume buah dan diaduk hingga merata. Wadah ditutup rapat dengan plastik daun pisang dan kain, kemudian sari buah difermentasi minimal selama 72 jam atau 3 hari, sampai tidak muncul buihnya lagi. Sari buah yang sedang difermentasi, khamir tampak aktif memfermentasi sari buah. Sari buah diperas dan didapatkan alkohol dari buah pepaya.
Proses Distilasi
Filtrat hasil fermentasi didestilasi pada suhu 80 oC untuk mendapatkan destilat etanol. Destilat etanol yang dihasilkan dianalisis untuk mengetahui kadar etanol yang didapat.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Tabel 1 Hasil Percobaan Pembuatan Bioetanol dari Tape Ketan dan Pepaya
Pengamatan
Tape
Pepaya
Volume
250 mL
250 mL
Volume Destilat
5 mL
2 mL
Massa Destilat
4,53 mL
1,91 mL
Densitas
0,906 g/mL
0,955 g/mL
Kadar Etanol
60%
40%
 
Pembuatan Bioetanol dari Tape Ketan
Tape ketan hitam dibuat dengan komposisi beras ketan hitam (media) dan ragi digunakan perbandingan 25:1. Pada proses pembungkusan dan penyimpanannya dilakukan dengan menutup wadah karena proses fermentasi tape menggunakan proses fermentasi anaerob yang artinya tidak memerlukan oksigen. Tape yang melalui fermentasi anaerob ini biasanya rasanya akan lebih manis dibandingkan dengan tape hasil fermentasi aerob, mikroba-mikroba yang terkandung di dalam ragi ini tidak dapat melakukan aktivitasnya dengan sempurna. Fermentasi dilakukan selama 7 hari dan volume air tape yang digunakan untuk dstilasi yaitu 250 mL. Destilasi dilakukan pada suhu 78oC karena etanol mempunyai titik didih 78oC. Destilasi dihentikan jika sudah tidak ada destilat yang menetes dalam erlenmeyer. Destilat yang didapat, diukur dalam satuan volume (mL) dan ditimbang dalam satuan (gram), sehingga dapat dihitung bobot jenis etanol tersebut dan dapat diketahui kadar etanol dengan melihat pada tabel farmakope dan didapat kadar etanol dari fermentasi tape ketan hitam yaitu 60%.
Pembuatan Bioetanol dari Pepaya
Pembuatan Bioetanol dari Pepaya hampir sama dengan pembuatan dari tape ketan. Perbedaannya hanya dalam bahan, dimana pada pepaya ditambahkan urea untuk menambahkan nutrisi pada mikroba anaerob. Perbandingan ragi dengan papaya didalamnya sekitar 1:50 dan perbandingan urea dengan papaya sekitar 1:20. Pepaya yang difermentasi selama7 hari. Hasil fermentasi berbau tidak sedap dikarenakan adanya bakteri mikroorganisme yang masih ada pada pepaya yang bersifat asam. Destilasi dilakukan pada suhu 78oC hingga didapat volume destilat. Destilat yang didapat, diukur dalam satuan volume (mL) dan ditimbang dalam satuan (gram), sehingga dapat dihitung bobot jenis etanol tersebut dan dapat diketahui kadar etanol dengan melihat pada tabel farmakope dan didapat kadar etanol dari fermentasi tape ketan hitam yaitu 40%.
KESIMPULAN
Dari percobaan yang telah dilakukan pada proses pembuatan etanol dari beras ketan hitam dan buah papaya dapat disimpulkan bahwa hasil fermentasi menggunakan ragi pada beras ketan dan papaya berlangsung selama 7 hari , dan dilakukan proses destilasi untuk menentukan kadar alcohol dari beras ketan dan papaya . Pada hasil percobaan  ,didapatkan kadar etanol pada fermentasi tape ketan yaitu 60% dan fermentasi pepaya yautu 40%.
DAFTAR PUSTAKA
Agency, RIKEN, Japan Intemational Science and Technology Exchange Cenhe.Application and Control of Microorganism In Asia,  Science and Technology. of Microorganism In Asia, Proceedings af The International Workrhop On
Atnas, P.W. 1999. Kimia Fisik, jilid 1. Jakarta : Erlangga
Fessenden dan Fessenden. 1986. Kimia Organik, jilid 2. Jakarta : Erlangga
Kuswanto, K.R. 1994. Food Fermentation of Cassava In Indonesia, Application and Conhol
Sujito. 2008. Pembuatan Etanol Menggunakan Zymomonas Mobilis Dengan Memanfaatkan Sari Buah Pepaya Sebagai Substrat. Surabaya: ITS
Sulistyawan, R.D.T. 2002. Mufu Tape 4  Macam Beras Ketan. Fak. Biologi. Univ. Atma Jaya
Sutanto,teja dwi dan martono,agus.2006.Studi Kandungan Etanol Dalam Tapai Hasil Fermentasi Beras Ketan Hitam Dan Putih.Bengkulu.Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Bengkulu: Universitas Bengkulu.
http://infokimiawan13o1b-5.blogspot.com (diakses tanggal 23 September 2013)
www.litbang.deptan.go.id (diakses tanggal 23 september  2013




LAMPIRAN
Lampiran 1 Perhitungan Bobot Jenis
                               a.            Tape Ketan
Densitas Etanol           =          massa etanol / volume etanol
                                    =          4,53 gram    /    5 mL
                                    =          0,906 g/mL
                              b.            Pepaya
Densitas etanol            =          massa etanol / volume etano
                                    =          1,91 gram    /   2 mL
                                    =          0,955 g/mL

Lampiran 2 Tabel Farmakope

Tabel 2 Tabel Farmakope












Lampiran 3 Gambar percobaan






Gambar 1 Fermentasi Tape Ketan






Gambar 2 Fermentasi Pepaya







Gambar 3 Alat Destilasi Sederhana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar