Senin, 16 September 2013

Pembuatan Bioethanol dari Tape Ketan

I.  Tujuan
        Untuk mengetahui bagaimana cara pembuatan tape ketan putih
        Untuk mengetahui kandungan alkohol yang terdapat pada tape ketan putih

II.   Dasar Teori
Salah satu energi alternatif yang menjanjikan adalah bioetanol. Bioethanol adalah ethanol yang bahan utamanya dari tumbuhan dan umumnya menggunakan proses farmentasi. Ethanol atau ethyl alkohol C2H5OH berupa cairan bening tak berwarna, terurai secara biologis (biodegradable), toksisitas rendah dan tidak menimbulkan polusi udara yg besar bila bocor. Ethanol yg terbakar menghasilkan karbondioksida (CO2) dan air. Ethanol adalah bahan bakar beroktan tinggidan dapat menggantikan timbal sebagai peningkat nilai oktan dalam bensin. Dengan mencampur ethanol dengan bensin, akan mengoksigenasi campuran bahan bakar sehingga dapat terbakar lebih sempurna dan mengurangi emisi gas buang (seperti karbonmonoksida/CO).
Pembuatan tape ketan digunakan ragi tape atau yang sering disebut sebagai “ragi” adalah starter untuk membuat  tape ketan atau tape singkong. Di dalam ragi ini terdapat mikroorganisme yang  dapat mengubah karbohidrat (pati) menjadi gula sederhana (glukosa) yang  selanjutnya diubah lagi menjadi alkohol. Beberapa jenis mikroorganisme yang  terdapat dalam ragi adalah  Chlamydomucor oryzae, Rhizopus oryzae, Mucor sp., Candida sp., Saccharomyces cerevicae, Saccharomyces verdomanii, dan lain-lain.  Pada dasarnya pembuatan ragi merupakan teknik dalam memperbanyak  mikroorganisme yang berperan dalam pembuatan tape. Perbanyakan ini dilakukan  dalam suatu medium tertentu dan setelah cukup banyak mikroba yang tumbuh, pertumbuhannya dihentikan serta dibuat dalam keadaan istirahat, baik dalam bentuk  sel maupun dalam bentuk sporanya. Penghentian pertumbuahn mikroba tersebut  dilakukan dengan cara mengeringkan medium tumbuhnya. Manfaat tape ketan putih yaitu bermanfaat bagi kesehatan tubuh karena mengandung bakteri asam laktat. Makanan tersebut bermanfaat untuk imunitas tubuh, menurunkan kolesterol dan menekan sel-sel kanker. Agar bakteri asam laktat tetap berada pada tape ketan maka harus disimpan dalam suhu yang dingin.

III.     Alat dan Bahan
a.   Peralatan :
          1.    Pengukus nasi (langseng) 1 buah
          2.    Panci atau baskom 1 buah
          3.    Tampah 1 buah
          4.    Kipas 1 buah
          5.    Pengaduk
          6.    Saringan
          7.    Lapisan penutup : Daun pisang, Piring, Plastik, Kain
          8.    Kompor
          9.    Penumbuk
   b.   Bahan :
1.    Beras ketan hitam ½ Kg
2.    Ragi tape 1 buah (12,58 gram)
3.    Air

IV. Cara Kerja 
1. disiapkan dan dikondisikan alat destilasi sederhana siap untuk digunakan
2. diisi panci dengan air lalu letakkan diatas penangas air
3. dinyalakan penangas air
4. dimasukkan air perasan tape fermentasi didalam botol yang disiapkan untuk proses pendidihan
5. lalu isi pendingin pada alat destilasi sederhana dengan air dan es
6. tunggu sampai hasil destilatnya keluar (etanol)

V. Hasil dan Pembahasna

Tabel 1 Pengamatan Fermentasi Air tape ketan
Pengamatan
Tape
Volume
250 mL
Volume Destilat
5 mL
Massa Destilat
4,53 mL
Densitas
0,906 g/mL
Kadar Etanol
60%









Tape ketan hitam dibuat dengan komposisi beras ketan hitam (media) dan ragi digunakan perbandingan 25:1. Pada proses pembungkusan dan penyimpanannya dilakukan dengan menutup wadah karena proses fermentasi tape menggunakan proses fermentasi anaerob yang artinya tidak memerlukan oksigen. Tape yang melalui fermentasi anaerob ini biasanya rasanya akan lebih manis dibandingkan dengan tape hasil fermentasi aerob, mikroba-mikroba yang terkandung di dalam ragi ini tidak dapat melakukan aktivitasnya dengan sempurna. Fermentasi dilakukan selama 7 hari dan volume air tape yang digunakan untuk dstilasi yaitu 250 mL. Destilasi dilakukan pada suhu 78oC karena etanol mempunyai titik didih 78oC. Destilasi dihentikan jika sudah tidak ada destilat yang menetes dalam erlenmeyer. Destilat yang didapat, diukur dalam satuan volume (mL) dan ditimbang dalam satuan (gram), sehingga dapat dihitung bobot jenis etanol tersebut dan dapat diketahui kadar etanol dengan melihat pada tabel farmakope dan didapat kadar etanol dari fermentasi tape ketan hitam yaitu 60%.
Berdasarkan hasil percobaan diketahui kekurangan pada tape fermentasi adalah kurang lamanya proses penyimpanan sehingga etanol yang dihasilkan masih dalam kadar yang sangat kecil, kekurangan juga terdapat pada alat destilasi yang bocor saat pendingin pada alat destilasi diisi dengan air batu es, juga ukuran selang yang pendek, membuat kurangnya penataan alat destilasi sederhana ini. Percobaan ini diketahui reaksi etanol adalah ;
Fermentasi alkohol merupakan suatu reaksi pengubahan glukosa menjadi etanol (etil alkohol) dan karbon dioksida. Organisme yang berperan yaitu Saccharomyces cerevisiae (ragi) untuk pembuatan tape, roti atau minuman keras. Reaksi Kimia:
C6H12O6  2C2H5OH + 2CO2 + 2 ATP
Reaksi dalam fermentasi berbeda-beda tergantung pada jenis gula yang digunakan dan produk yang dihasilkan. Secara singkat, glukosa (C6H12O6) yang merupakan gula paling sederhana, melalui fermentasi akan menghasilkan etanol (2C2H5OH). Reaksi fermentasi ini dilakukan oleh ragi, dan digunakan pada produksi makanan.

Persamaan Reaksi Kimia
C6H12O6  2C2H5OH + 2CO2 + 2 ATP (Energi yang dilepaskan:118 kJ per mol)
Dijabarkan sebagai
Gula (glukosa, fruktosa, atau sukrosa)  Alkohol (etanol) + Karbon dioksida + Energi (ATP)
Jalur biokimia yang terjadi, sebenarnya bervariasi tergantung jenis gula yang terlibat, tetapi umumnya melibatkan jalur glikolisis, yang merupakan bagian dari tahap awal respirasi aerobik pada sebagian besar organisme. Jalur terakhir akan bervariasi tergantung produk akhir yang dihasilkan.

VII. Kesimpulan
Volume destliat, densitas dan kadar etanol yang didapat pada fermentasi sir tape yaitu 5 mL, 0,9063 g/mL dan kadar etanol 60%.

VIII. Daftar Pustaka
Sulistyawan, R.D.T. 2002. Mufu Tape 4  Macam Beras Ketan. Fak. Biologi. Univ. Atma Jaya
Sutanto,teja dwi dan martono,agus.2006.Studi Kandungan Etanol Dalam Tapai Hasil Fermentasi Beras Ketan Hitam Dan Putih.Bengkulu.Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Bengkulu: Universitas Bengkulu.

Lampiran

Tape Ketan
Densitas Etanol            =          massa etanol / volume etanol
             =          4,53 gram    /    5 mL
                                   =          0,906 g/mL





Sabtu, 14 September 2013

PEMBUATAN ALAT DESTILASI SEDERHANA


I.TUJUAN

Dapat membuat alat destilasi yang sederhana dan efesien

II. DASAR TEORI

Distilasi adalah metode pemisahan berdasarkan perbedaan titik didih komponen-komponen yang ada di dalam campuran. Distilasi biasa dilakukan untuk pemisahan campuran yang memiliki perbedaan titik didih yang cukup besar. Sedangkan distilasi uap dilakukan untuk pemisahan campuran yang memiliki perbedaan tekanan uap jenuh yang cukup antara komponen-komponen yang ada pada campuran. Pada distilasi uap, uap yang digunakan biasanya berupa uap air. Selain itu distilasi juga dapat dilakukan pada tekanan di bawah tekanan atmosfer. Metode ini dikenal sebagai distilasi pengurangan tekanan. Distilasi pengurangan tekanan dilakukan apabila komponen akan mengalami dekomposisi pada titik didihnya. Bila selisih titik didih komponen-komponen yang ada pada campuran kecil maka komponen alat distilasi ditambah dengan kolom vigreux.      Dalam penyulingan, campuran zat dididihkan sehingga menguap, dan uap ini kemudian didinginkan kembali ke dalam bentuk cairan. Zat yang memiliki titik didih lebih rendah akan menguap terlebih dahulu. Metode ini termasuk sebagai unit operasi kimia jenis perpindahan massa. Penerapan proses ini didasarkan pada teori bahwa pada suatu larutan, masing-masing komponen akan menguap pada titik didihnya. 

III. ALAT DAN BAHAN

1)     Selang tahan panas , berukuran 60 cm
    2)     Botol tahan panas 1 buah
    3)     Kaleng bekas 1 buah
    4)     Tempat makan 1 buah
    5)     Triplek sekucupnya
    6)     Linlin dan korek 1 buah
    7)     Panci
    8)     Heater 

IV. CARA KERJA

1)   Persiapkan alat alat dan bahan yang dibutuhkan untuk pembuatan alat destilasi sederhana 
2)  Lubangi tempat makan yang akan dijadikan pendingin/kondensator di bagian samping kanan dan kiri menggunakan lilin dan api (sesuaikan dengan diameter pipa yang terdapat diselang tahan panas)
3)  Lubangi kaleng yang akan dijadikan penampung bahan awal dibagian tutupnya(sesuaikan dengan diameter pipa)
    4)   Masukkan selang tahan panas kedalam tempat makan/kondensator
5)  Tambal lubang yang telah dimasukkan selang dengan menggunakan triplek secukupnya dan aquaproof agar tidak bocor, diamkan hingga perekat tersebut kering
6)   Hubungkan kedua ujung selang/pipa ke dalam botol plastik dan kaleng yang sudah dibolongkan tadi
    7)   Tambal juga lubang yang terdapat pada kaleng dan tutup botol plastic
    8)   Diamkan hingga perekat tersebut kering

V. PEMBAHASAN

             Alat destilasi sederhana ini terdapat beberapa permasalahan diantaranya ; Pada pengujian alat destilasi mengalami permasalahan pada  bagian lubang kondensor , aquaproof yang digunakan untuk menutup lubang tersebut agar tidak terjadi kebocoran tidak berfungsi dengan baik . Maka pada saat pengujian air tape air yang keluar dari kondensor cukup banyak , mungkin itu bisa dikarenakan juga karena aquaproof yang belum kering . Tetapi alat ini masih bisa digunakan untuk proses destilasi .

VI. SARAN 

           Jika ingin menggunakan/membuat alat ini , sebaiknya lem yang digunakan untuk menutup lubang kondensor menggunakan lem besi/lem-lem yang kuat.






Sabtu, 07 September 2013

Bahan-Bahan Kimia

Antimon III Oksida
Apakah kalian pernah mendengar bahan kimia Antimoni III Oksida ? Jika belum disini saya akan menjelaskan sedikit tentang bahan kimia tersebut. Antimoni III Oksida adalah senyawa anorganik dengan rumus Sb2O3. Ini adalah senyawa komersial yang paling penting dari antimon. Senyawa ini berbentuk padatan putih yang memiliki massa relatif sebesar 291.518 g/mol , titik didih 1425oC dan titik leleh 656 °C . Ia ditemukan di alam sebagai mineral valentinite dan senarmontite Seperti kebanyakan polimer oksida, Sb2O3 larut. Dalam larutan air hanya dengan hidrolisis.
Antimoni III oksida umum digunakan sebagai retardants api dalam kombinasi dengan bahan terhalogenasi. Kombinasi dari halida dan antimon menjadi kunci utama untuk tindakan tahan api pada polimer, membantu untuk membentuk karakter agar tidak mudah terbakar. Flame retardants tersebut ditemukan dalam peralatan listrik, tekstil, kulit, dan lapisan.
Selain itu aplikasi lain dari antimon III oksida adalah sebagai  opasitas untuk kacamata, keramik dan enamel.Pembuatan beberapa pigmen yang mengandung antimon , dan sebagi katalis yang berguna dalam produksi polyethylene terephthalate (PET plastik) dan vulkanisasi karet.
Dengan kegunaan Antimoni III oksida yang cukup banyak , senyawa ini dapat dihasilkan melalui peleburan bijih stibnite , yang dioksidasi menjadi Sb2O3 mentah dengan menggunakan tungku beroperasi pada sekitar 850 hingga 1.000 ° C. Lalu mentah Sb2O3 dimurnikan dengan sublimasi , yang memungkinkan untuk dipisahkan dari arsenik trioksida lebih tidak stabil . Langkah ini relevan karena bijih antimon umumnya mengandung sejumlah besar arsenik . Meskipun senyawa ini tidak praktis untuk tujuan komersial , Sb2O3 dapat dibuat dengan membakar unsur antimon di udara .
Tapi senyawa ini cukup berbahaya dalam kasus kontak kulit , kontak mata (iritan), tertelan , inhalasi. Ia juga telah diduga berpotensi karsinogenik bagi manusia . Substansi adalah racun bagi paru-paru dan selaput lendir. Berulang atau berkepanjangan paparan substansi dapat menghasilkan sasaran organ kerusakan (mungkin tak terpulihkan).

Arsenik III Oksida
Apa itu arsenik III oksida ?
Arsenik III oksida adalah senyawa anorganik yang memiliki rumus molekul As2O3, ia merupakan oksida amfoter, dan merupakan larutan dari asam lemah. Dengan demikian ia mudah larut dalam larutan alkali dan mudah untuk memberikan arsenites . Ia berbentuk padatan putih yang memiliki massa relatif sebesar 197.841 g/mol , titik didih 465 °C dan titik  leleh 312,2 °C.
arsenik merupakan bahan baku utama untuk senyawa arsenik lainnya, termasuk senyawa organoarsenik. Sekitar 50.000 ton yang diproduksi setiap tahunnya .Banyak aplikasi yang kontroversial mengingat senyawa arsenik memiliki toksisitas yang tinggi .
bagaimana cara membuat arsenik III oksida ?
Arsenik III oksida dapat dibuat melalui proses rutin senyawa arsenik termasuk oksidasi (pembakaran) dari arsen dan arsen yang mengandung mineral di udara. Ilustrasi adalah pemanggangan orpiment, sebuah bijih arsenik sulfida yang khas .Sebagian besar arsenik III oksida diperoleh sebagai produk volatil dari pengolahan bijih lainnya. Misalnya, arsenopirit sebagai pengotor umum di emas dan tembaga yang mengandung bijih untuk membebaskan arsenik III oksida saat pemanasan di udara. Pengolahan mineral tersebut telah menyebabkan sejumlah kasus keracunan. Hanya di Cina saja biji arsenik sengaja ditambang.
Skala besar penggunaan arsenik III oksida pada produk kehutanan , dalam produksi kaca berwarna dan elektronik . selain itu , Tembaga arsenates  yang berasal dari arsenik trioksida  digunakan dalam skala besar sebagai pengawet kayu di AS dan Malaysia , namun bahan-bahan tersebut dilarang di banyak bagian dunia , karena dalam kombinasi dengan tembaga ( II ) asetat arsenik trioksida memberikan pigmen hidup yang dikenal sebagai paris hijau digunakan dalam cat dan sebagai rodentisida.Meskipun toksisitas arsenik cukup tinggi , tetapi arsenik juga digunakan dalam bidang medis . sebagai contoh arsenik III oksida dalam  penggobatan tradisional cina digunakan untuk  terapi penyakit kanker , leukimia , autoimun dll.
Efek darii arsenik trioksida sangat berbahaya ,  jika keracunan sistem pencernaan akan terganggu karena arsenik mudah diserap oleh sistem pencernaan dengan gejala,  muntah-muntah , sakit perut , diare disertai dengan pendarahan .  selain itu efek toksik juga dikenal pada inhalasi atau jika kontak dengan kulit dan mata. Eliminasi berlangsung cepat pada awalnya ( paruh 1-2 hari ) , oleh metilasi asam monomethylarsonic dan asam dimethylarsonic , dan ekskresi dalam urin , tetapi jumlah tertentu ( 30-40 % dalam kasus paparan berulang ) dimasukkan ke tulang , otot , kulit , rambut dan kuku ( semua jaringan kaya keratin ) dan dihilangkan selama beberapa minggu atau bulan .

Asam Sulfat
Bahaya
Korosif (C)
Indeks EU
016-020-00-8

R35
(S1/2), S26, S30, S45
tak ternyalakan
PENGERTIAN
Asam sulfat, H2SO4, merupakan asam mineral (anorganik) yang kuat.
Zat ini larut dalam air pada semua perbandingan

KEBERADAANYA
Asam sulfat murni yang tidak diencerkan tidak dapat ditemukan secara alami di bumi oleh karena sifatnya yang higroskopis. Walaupun demikian, asam sulfat merupakan komponen utama hujan asam, yang terjadi karena oksidasi sulfur dioksida di atmosfer dengan keberadaan air (oksidasi asam sulfit). Sulfur dioksida adalah produk sampingan utama dari pembakaran bahan bakar seperti batu bara dan minyak yang mengandung sulfur (belerang).
Asam sulfat terbentuk secara alami melalui oksidasi mineral sulfida, misalnya besi sulfida. Air yang dihasilkan dari oksidasi ini sangat asam dan disebut sebagai air asam tambang. Air asam ini mampu melarutkan logam-logam yang ada dalam bijih sulfida, yang akan menghasilkan uap berwarna cerah yang beracun.

PROSES PEMBUATAN
Asam sulfat diproduksi dari belerang, oksigen, dan air melalui proses kontak.
Pada langkah pertama, belerang dipanaskan untuk mendapatkan sulfur dioksida:
S (s) + O2 (g) SO2 (g)
Sulfur dioksida kemudian dioksidasi menggunakan oksigen dengan keberadaan katalis vanadium(V) oksida:
2 SO2 + O2(g) 2 SO3 (g)   (dengan keberadaan V2O5)
Sulfur trioksida diserap ke dalam 97-98% H2SO4 menjadi oleum (H2S2O7), juga dikenal sebagai asam sulfat berasap. Oleum kemudian diencerkan ke dalam air menjadi asam sulfat pekat.
KEGUNAAN
Asam sulfat digunakan dalam jumlah yang besar oleh industri besi dan baja untuk menghilangkan oksidasi, karat, dan kerak air sebelum dijual ke industri otomobil. Kegunaan asam sulfat lainnya yang penting adalah untuk pembuatan aluminium sulfat. Alumunium sulfat dapat bereaksi dengan sejumlah kecil sabun pada serat pulp kertas untuk menghasilkan aluminium karboksilat yang membantu mengentalkan serat pulp menjadi permukaan kertas yang keras. Aluminium sulfat juga digunakan untuk membuat aluminium hidroksida. Aluminium sulfat dibuat dengan mereaksikan bauksit dengan asam sulfat:
Al2O3 + 3 H2SO4 Al2(SO4)3 + 3 H2O

Asam sulfat juga memiliki berbagai kegunaan di industri kimia. Sebagai contoh, asam sulfat merupakan katalis asam yang umumnya digunakan untuk mengubah sikloheksanonoksim menjadi kaprolaktam, yang digunakan untuk membuat nilon. Ia juga digunakan untuk membuat asam klorida dari garam melalui proses Mannheim. Banyak H2SO4 digunakan dalam pengilangan minyak bumi, contohnya sebagai katalis untuk reaksi isobutana dengan isobutilena yang menghasilkan isooktana.


Barium Klorida
BARIUM KLORIDA
Barium klorida adalah senyawa anorganik dengan BaCl2 formula. Ini adalah salah satu yang larut da
lamair garam yang paling umum dari barium. Seperti garam barium lain, adalah beracun dan menanamkanwarna kuning-hijau ke nyala api. Hal ini juga higroskopis.
Proses Pembuatan Barium
Barium dibuat dalam skala kecil dengan elektrolisis leburan barium klorida. Barium juga dapat diperoleh dari reduksi BaO dengan Al Barium sulfat secara umum diproduksi dari hasil samping industri hydrogen peroksida (H2O2 ) pengolahan tambang barite, proses pengendapan (blanc fixe) dari larutan barium klorida, barium sulfida atau barium karbonat .

Informasi keselamatan berdasarkan GHS
Hazard Statement(s)
H332: Membahayakan bila terhirup.
H301: Beracun jika tertelan.
Precautionary Statement(s)
P301 + P310: JIKA TERTELAN: Segera telponlah PUSAT RACUN atau dokter.
Signal Word
Bahaya
Hazard Pictogram(s)
Kelas penyimpanan
6.1B Zat-zat yang tidak mudah terbakar, beracun
WGK
WGK 1 agak berbahaya untuk air
Disposal
15
Larutan dan padatan yangmengandung logam berat : Wadah E. Aduk nikel Raney (juga: nikel Urushibara) di dalam bentuk larutan suspensi ke dalam asam klorida (Item No. 100312) sampai larut (Wadah E). Baik nikel Raney maupun filter residunya tidak boleh dibiarkan mengering, jika terjadi dapat menyala secara spontan di udara terbuka. Di dalam konteks ini, logam berat yang dimaksud adalah segala senyawa dari antimoni, arsenik, kadmium, chromium(VI), tembaga, timbal, nikel dan timah, termasuk zat-zat/senyawa-senyawa di dalam bentuk metal, jika mereka diklasifikasikan ke dalam kategori bahaya (menurut AbfallverzeichnisV - Peraturan Kalatog Limbah, Appendiks 3). Logam berat lainnya harus dikumpulkan secara terpisah.

Informasi keselamatan kerja
Frase R
R 20-25
Berbahaya jika terhirup.Beracun jika tertelan.
Frase S
S 45
Jika terjadi kecelakaan atau jika merasa tidak enak badan, segera dapatkan bantuan medis (tunjukkan label jika mungkin).
Jenis-jenis bahaya
Toksik
Hazard Symbol
Toxic

Kenggunaan

 Barit adalah sebagai “ agen menimbang” dalam gas-alam dan minyak [yang] mengebor;drill. Di dalam proses ini, barit dihancurkan dan bergaul dengan air dan material lain. Berat/Beban dari campuran ini yang kekuatan dari minyak dan gas ketika bebas dari landasan. Ini mengijinkan minyak dan gas rig (minyak) operator untuk mencegah bahan peledak melepaskan dari minyak dan gas dari landasan. Sekarang ini, mayoritas konsumsi barit di Amerika Serikat adalah untuk ini mengebor drill aplikasi. Bagaimanapun, konsumsi dalam pengeboran " lumpur" berubah-ubah dari tahun ke tahun, karena adanya bergantung pada jumlah explorasi yang mengebor drill untuk minyak dan gas, yang mana pada gilirannya tergantung pada minyak dan gas harga. Di luar ini, barit digunakan sebagai suatu aditip ke cat, email, dan plastik, dalam produksi yang disebut "petunjuk/ ujung/ laju-awal" kristal atau "leaded" gelas/kaca, radiasi perhentian dari komputer memonitor dan tabung televise, dan seperti sebagai ketika sumber bahan kimia barium.

Asam Pikrat
Banyak senyawa asam yang telah kita ketahui. Namun apakah kita tahu, ternyata ada salah satu senyawa asam yang memiliki sifat explosive bahkan digunakan sebagai bom dalam peperangan militer. Apakah senyawa tersebut? Mari kita kenal lebih dalam. Senyawa asam itu kita kenal sebagai asam pikrat. Ternyata asam pikrat tidak langsung berada di alam, namun asam pikrat dibentuk karena reaksi antara Fenol dan asam nitrat hingga menghasilkan 2,4,6-trinitrofenol atau pickric asam kuat yang lebih kuat peledak untuk penggunaan militer. Selain sebagai peledak ternyata asam pikrat mudah terbakar (flammable) ketika dibasahi dengan lebih dari 30 % (UN 1344, class A) air dan tergolong sangat mudah meledak (high explosive) apabila kering dengan air kurang dari 30 %. Asam ini tidak cocok dengan keberadaan oksidator, agen pereduksi, garam anorganik, logam, alkohol, dan albumin. Senyawa kimia ini sangat unik, yakni dapat bersifat explosive namun juga sensitif terhadap gangguan tiba-tiba, panas maupun gesekan. Ledakan yang ditimbulkan dapat melebihi kecepatan dan kekuatan ledak TNT apabila 2 kg asam pikrat padat dijatuhkan dari ketinggian 36 cm. Selain itu, asam pikrat juga bersifat racun terhadap semua portal of entry, seperti melalui sistem inhalasi, pencernaan maupun kontak kulit. Asam pikrat sangat reaktif terhadap berbagai bahan, misalnya beton, amina, basa, dan logam timah, seng, tembaga, serta merkuri.


Dalam buah-buahan tak heran terasa buah yang masam. Apakah yang terkandung dalam buah-buahan sehingga membuat buah itu terasa masam? Ternyata, didalam buah-buahan yang masam itu terkandung senyawa kimia sala satunya yaitu Asam Sitrat. Asam sitrat tak asing lagi digunakan dalam bidang industri makanan dan minuman. Asam sitrat berbentuk kristal atau serbuk putih, dan mudah larut dalam air. Asam sitrat dapat digunakan untuk mengatur tingkat keasaman pada makanan seperti pada udang. Asam sitrat dapat pula digunakan untuk bahan pengawet alami pada keju dan sirup. Selain itu,asam sitrat pun dapat digunakan untuk mencegah proses kristalisasi madu dan gula, dan mencegah pemucatan makanan berkaleng. Asam sitrat aman digunakan dalam makanan, keamanannya telah diakui oleh badan pengawan makanan. Mengapa asam sitrat aman? Karena sifat asam sitrat mudah dimetabolisme dan dikeluarkan oleh tubuh. Asam sitrat yang beredar ada berupa yang teknis ada pula yang pro analysis. Asam sitrat teknis memiliki kemurnian yang kurang sehingga harganya lebih murah, biasanya digunakan oleh industri makanan dan minuman, untuk asam sitrat pro analyisis memiliki kemurnian yang tinggi sehingga harganya lebih mahal dan biasanya digunakan untuk laboratorium penelitian. Namun, asam sitrat pun memiliki tingkat bahaya dan penangannya tersendiri. Untuk keamanan senyawa asam sitrat lebih lanjut, dapat di klik link tersebut J MSDS ASAM SITRAT.

BELERANG
Sumber
Belerang ditemukan dalam meteorit. Seorang ahli mengusulkan bahwa terdapat simpanan belerang  pada daerah gelap di kawah Aristarchus.
Belerang terjadi secara alamiah di sekitar daerah pegunungan dan hutan tropis.  Sulfir tersebar di alam sebagai pirit, galena, sinabar, stibnite, gipsum, garamepsom, selestit, barit dan lain-lain.
Pembuatan
Belerang dihasilkan secara komersial dari sumber mata air hingga endapan garam yang melengkung sepanjang Lembah  Gulf di Amerika Serikat. Menggunakan proses Frasch, air yang dipanaskan masuk ke dalam sumber mata air untuk mencairkan belerang, yang kemudian terbawa ke permukaan. Belerang juga terdapat pada gas alam dan minyak mentah, namun belerang harus dihilangkan dari keduanya. Awalnya hal ini dilakukan secara kimiawi, yang akhinya membuang belerang. Namun sekarang, proses yang baru memungkinkan untuk mengambil kembali belerang yang terbuang. Sejumlah besar belerang diambil dari ladang gas Alberta.
Kegunaan
Belerang adalah komponen serbuk mesiu dan digunakan dalam proses vulkanisasi karet alam dan juga berperaan sebagai fungisida. Belerang digunakan besar-besaran dalam pembuatan pupuk fosfat.  Berton-ton  belerang digunakan untuk menghasilkan asam sulfat, bahankimia yang sangat penting. Belerang juga digunakan untuk pembuatan kertas sulfit dan kertas lainnya, untuk mensterilkan alat pengasap, dan untuk memutihkan buah kering.  Belerang merupakan insultor yang baik. Belerang sangat penting untuk kehidupan. Belerang adalah penyusun lemak, cairan tubuh dan mineral tulang, dalam kadar yang sedikit. Belerang cepat menghilangkan bau. Belerang dioksida adalah zat berbahaya di atmosfer, sebagai pencemarudara.
Belerang Teknis
Belerang Teknis sebenarnya hamper sama saja dengan unsur belerang yang sudah dijelaskan diatas, hanya saja perbedaannya terletak pada kemurnian masing-masing unsurnya. Belerang teknis ini dihasilkan dari pemisahan-pemisahan zat yang mengandung belerang sehingga unsur belerang yang didapat tidak semurni unsur aslinya yang ada.

Benzaldehida

Benzaldehida (C6H5CHO) adalah senyawa organik yang terdiri dari cincin benzena dengan substituen formil. Aldehida aromatik sederhana dan salah satu hasil industry yang paling berguna. Cairan tak berwarna ini memiliki karakteristik yang menyenangkan seperti baualmond. Bahkan, benzaldehida merupakan komponen utama dari minyak almond dan dapat diekstraksi dari sejumlah sumber alam lainnya.
Benzaldehida dapat disintesis dari sinamaldehida diperoleh dari minyak kayu manis dengan refluks dalam larutan air / alkohol antara 90 ° C dan 150 ° C dengan basa (paling sering natrium karbonat atau bikarbonat) selama 5 sampai 80 jam, diikuti dengan distilasi dari benzaldehida. Reaksi ini juga menghasilkan asetaldehida. 
Pada reaksi oksidasi, benzaldehida diubah menjadi asam benzoat yang tidak berbau, yang merupakan pengotor umum dalam sampel laboratorium. Benzil alkohol dapat dibentuk dari benzaldehida dengan cara hidrogenasi. Reaksi benzaldehida dengan natrium asetat anhidrat dan anhidrida asetat menghasilkan asam sinamat, sedangkan KCN dapat digunakan untuk mengkatalisis kondensasi benzaldehida untuk benzoin. Benzaldehida mengalami disproporsionasi setelah pengobatan dengan alkali terkonsentrasi (reaksiCannizzaro): satu molekul aldehid direduksi menjadi alkohol yang sesuai dan molekul lain secara simultan teroksidasi menjadi natrium benzoat.
Umumnya, benzaldehida digunakan untuk memberikan rasa almond. Benzaldehida digunakan terutama sebagai prekursor untuk senyawa organik lainnya, mulai dari obat-obatandan untuk bahanaditif plastik.
Tapi disamping kegunaanya yang sangat banyak bahan kimia apapun tidak akan lepas dari bahaya (hazard), begitu juga dengan benzaldehyde apabila,
Terhirup : Iritasi, mual, muntah, kesulitan bernapas, sakit kepala apabila dalam konsentrasi tinggi dapat menyyebabkan ketidaksadaran, dan koma
Kontak dengan kulit : Iritasi, reaksi alergi, dermatitis.
Kontak dengan mata : Mengiritasi mata, menyebabkan mata berair
Tertelan : Sakit tenggorokan, iritasi saluran pencarnaan, mual, muntah, sakit perut, diare, sakit kepala, mabuk, kejang. Jika dalam jangka pajang dapat menyebabkan gangguan hati dan ginjal.