Senin, 16 September 2013

Pembuatan Bioethanol dari Tape Ketan

I.  Tujuan
        Untuk mengetahui bagaimana cara pembuatan tape ketan putih
        Untuk mengetahui kandungan alkohol yang terdapat pada tape ketan putih

II.   Dasar Teori
Salah satu energi alternatif yang menjanjikan adalah bioetanol. Bioethanol adalah ethanol yang bahan utamanya dari tumbuhan dan umumnya menggunakan proses farmentasi. Ethanol atau ethyl alkohol C2H5OH berupa cairan bening tak berwarna, terurai secara biologis (biodegradable), toksisitas rendah dan tidak menimbulkan polusi udara yg besar bila bocor. Ethanol yg terbakar menghasilkan karbondioksida (CO2) dan air. Ethanol adalah bahan bakar beroktan tinggidan dapat menggantikan timbal sebagai peningkat nilai oktan dalam bensin. Dengan mencampur ethanol dengan bensin, akan mengoksigenasi campuran bahan bakar sehingga dapat terbakar lebih sempurna dan mengurangi emisi gas buang (seperti karbonmonoksida/CO).
Pembuatan tape ketan digunakan ragi tape atau yang sering disebut sebagai “ragi” adalah starter untuk membuat  tape ketan atau tape singkong. Di dalam ragi ini terdapat mikroorganisme yang  dapat mengubah karbohidrat (pati) menjadi gula sederhana (glukosa) yang  selanjutnya diubah lagi menjadi alkohol. Beberapa jenis mikroorganisme yang  terdapat dalam ragi adalah  Chlamydomucor oryzae, Rhizopus oryzae, Mucor sp., Candida sp., Saccharomyces cerevicae, Saccharomyces verdomanii, dan lain-lain.  Pada dasarnya pembuatan ragi merupakan teknik dalam memperbanyak  mikroorganisme yang berperan dalam pembuatan tape. Perbanyakan ini dilakukan  dalam suatu medium tertentu dan setelah cukup banyak mikroba yang tumbuh, pertumbuhannya dihentikan serta dibuat dalam keadaan istirahat, baik dalam bentuk  sel maupun dalam bentuk sporanya. Penghentian pertumbuahn mikroba tersebut  dilakukan dengan cara mengeringkan medium tumbuhnya. Manfaat tape ketan putih yaitu bermanfaat bagi kesehatan tubuh karena mengandung bakteri asam laktat. Makanan tersebut bermanfaat untuk imunitas tubuh, menurunkan kolesterol dan menekan sel-sel kanker. Agar bakteri asam laktat tetap berada pada tape ketan maka harus disimpan dalam suhu yang dingin.

III.     Alat dan Bahan
a.   Peralatan :
          1.    Pengukus nasi (langseng) 1 buah
          2.    Panci atau baskom 1 buah
          3.    Tampah 1 buah
          4.    Kipas 1 buah
          5.    Pengaduk
          6.    Saringan
          7.    Lapisan penutup : Daun pisang, Piring, Plastik, Kain
          8.    Kompor
          9.    Penumbuk
   b.   Bahan :
1.    Beras ketan hitam ½ Kg
2.    Ragi tape 1 buah (12,58 gram)
3.    Air

IV. Cara Kerja 
1. disiapkan dan dikondisikan alat destilasi sederhana siap untuk digunakan
2. diisi panci dengan air lalu letakkan diatas penangas air
3. dinyalakan penangas air
4. dimasukkan air perasan tape fermentasi didalam botol yang disiapkan untuk proses pendidihan
5. lalu isi pendingin pada alat destilasi sederhana dengan air dan es
6. tunggu sampai hasil destilatnya keluar (etanol)

V. Hasil dan Pembahasna

Tabel 1 Pengamatan Fermentasi Air tape ketan
Pengamatan
Tape
Volume
250 mL
Volume Destilat
5 mL
Massa Destilat
4,53 mL
Densitas
0,906 g/mL
Kadar Etanol
60%









Tape ketan hitam dibuat dengan komposisi beras ketan hitam (media) dan ragi digunakan perbandingan 25:1. Pada proses pembungkusan dan penyimpanannya dilakukan dengan menutup wadah karena proses fermentasi tape menggunakan proses fermentasi anaerob yang artinya tidak memerlukan oksigen. Tape yang melalui fermentasi anaerob ini biasanya rasanya akan lebih manis dibandingkan dengan tape hasil fermentasi aerob, mikroba-mikroba yang terkandung di dalam ragi ini tidak dapat melakukan aktivitasnya dengan sempurna. Fermentasi dilakukan selama 7 hari dan volume air tape yang digunakan untuk dstilasi yaitu 250 mL. Destilasi dilakukan pada suhu 78oC karena etanol mempunyai titik didih 78oC. Destilasi dihentikan jika sudah tidak ada destilat yang menetes dalam erlenmeyer. Destilat yang didapat, diukur dalam satuan volume (mL) dan ditimbang dalam satuan (gram), sehingga dapat dihitung bobot jenis etanol tersebut dan dapat diketahui kadar etanol dengan melihat pada tabel farmakope dan didapat kadar etanol dari fermentasi tape ketan hitam yaitu 60%.
Berdasarkan hasil percobaan diketahui kekurangan pada tape fermentasi adalah kurang lamanya proses penyimpanan sehingga etanol yang dihasilkan masih dalam kadar yang sangat kecil, kekurangan juga terdapat pada alat destilasi yang bocor saat pendingin pada alat destilasi diisi dengan air batu es, juga ukuran selang yang pendek, membuat kurangnya penataan alat destilasi sederhana ini. Percobaan ini diketahui reaksi etanol adalah ;
Fermentasi alkohol merupakan suatu reaksi pengubahan glukosa menjadi etanol (etil alkohol) dan karbon dioksida. Organisme yang berperan yaitu Saccharomyces cerevisiae (ragi) untuk pembuatan tape, roti atau minuman keras. Reaksi Kimia:
C6H12O6  2C2H5OH + 2CO2 + 2 ATP
Reaksi dalam fermentasi berbeda-beda tergantung pada jenis gula yang digunakan dan produk yang dihasilkan. Secara singkat, glukosa (C6H12O6) yang merupakan gula paling sederhana, melalui fermentasi akan menghasilkan etanol (2C2H5OH). Reaksi fermentasi ini dilakukan oleh ragi, dan digunakan pada produksi makanan.

Persamaan Reaksi Kimia
C6H12O6  2C2H5OH + 2CO2 + 2 ATP (Energi yang dilepaskan:118 kJ per mol)
Dijabarkan sebagai
Gula (glukosa, fruktosa, atau sukrosa)  Alkohol (etanol) + Karbon dioksida + Energi (ATP)
Jalur biokimia yang terjadi, sebenarnya bervariasi tergantung jenis gula yang terlibat, tetapi umumnya melibatkan jalur glikolisis, yang merupakan bagian dari tahap awal respirasi aerobik pada sebagian besar organisme. Jalur terakhir akan bervariasi tergantung produk akhir yang dihasilkan.

VII. Kesimpulan
Volume destliat, densitas dan kadar etanol yang didapat pada fermentasi sir tape yaitu 5 mL, 0,9063 g/mL dan kadar etanol 60%.

VIII. Daftar Pustaka
Sulistyawan, R.D.T. 2002. Mufu Tape 4  Macam Beras Ketan. Fak. Biologi. Univ. Atma Jaya
Sutanto,teja dwi dan martono,agus.2006.Studi Kandungan Etanol Dalam Tapai Hasil Fermentasi Beras Ketan Hitam Dan Putih.Bengkulu.Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Bengkulu: Universitas Bengkulu.

Lampiran

Tape Ketan
Densitas Etanol            =          massa etanol / volume etanol
             =          4,53 gram    /    5 mL
                                   =          0,906 g/mL





Tidak ada komentar:

Posting Komentar